Dua: Es Krim Stroberi

Jika bumi menyapa senja, harum manis bunga-bunga di depan halaman rumahku itu tercium nyata. Masuk rongga hidungku yang menarik napas dengan sendu perlahan.

Jika bumi menyapa senja yang diiringi hujan rintik-rintik, sangat indah menikmatinya sambil mendengarkan alunan lagu tenang.

Jika bumi menyapa senja di jalanan, sorot cahaya mentari hangat membuat mereka yang berlalu lalang kegirangan. Cantik nampaknya.

Suasana-suasana yang ramah itu dapat dibayangkan sambil menikmati es krim stroberi bersama dan duduk di bangku panjang putih pinggir danau. Terlalu manis, katamu. Tapi aku suka.

Aku terus berbicara tanpa henti, bercerita semua hal yang ada dipikiranku. Topiknya beragam, kalau dipikir kembali itu sangat membuang-buang waktu haha. Kucing yang kutemukan kemarin, anak-anak kecil dengan dialog-dialog unik mereka, tim bola kesukaanku, drama yang sedang aku tonton, jalanan yang kulewati setiap hari, manusia-manusia yang kutemui setiap hari, lagu yang sedang aku dengarkan akhir-akhir ini, buku yang sedang aku baca berulang kali halamannya. Semuanya, semua kuceritakan padamu.

Tenang, ini hanya khayalanku. Tak pernah terjadi, tidak tahu jika besok, lusa, atau minggu depan. Mungkin, bersamamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam: Rekaman Piringan Hitam

Lima: Bukan Hitam, Apalagi Putih

Tujuh: Menyapa