Tujuh: Menyapa

2022'

 Jika aku awali dengan permisi, apakah ada seseorang yang sedang membaca ini? Sambil mendengar album lagu NIKI?

Tiba-tiba aku ingin kembali menulis di laman yang sudah terasa hampa ini. Tentu bukan tanpa alasan. Aku datang untuk sedikit menyapa perasaan rindu yang terkadang hadir tanpa diundang. 

Apakah tulisanku mengganggu? Apakah seseorang akan membacanya dengan sukarela? Apakah akan ada orang yang menghubungi hanya untuk menyapaku sebentar saja? Untuk menanyakan keadaanku sekarang?

Sudah lebih dua tahun laman ini tertahan. Entah mimpi apa yang sering muncul di setiap malamku hingga membuatku bimbang tak karuan. Buram, tak terlihat. Seperti hanya aku yang bermain peran di sana.

Seringkali kudengar bahwa sebaiknya kita tidak bertindak dan mengambil keputusan saat marah. Sayangnya, aku sedang tidak marah. Jadi kuputuskan untuk menulis. Andai secarik surat masih menjadi alternatif penyampai rasa, mungkin sudah beribu surat menumpuk di bawah tumpukan bajuku yang tak sempat kukirim.

Aku tidak perlu membagikan bagian terbaru ini dengan segera. Mungkin besok, lusa, atau nanti saja sampai aku lupa bahwa ternyata aku menulisnya. 

Aku tak berharap banyak karena tidak sering membagikan laman ini pada banyak orang. Jika seseorang membaca ini, aku bersyukur dan berterima kasih karena itu aku tahu kabarmu dengan baik. 

Aku hanya berharap seseorang yang membaca ini terus merasa lapang hati dan bahagia, disertai kesehatan juga
banyak hal baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Enam: Rekaman Piringan Hitam

Lima: Bukan Hitam, Apalagi Putih