Lima: Bukan Hitam, Apalagi Putih
Perihal kasih dan sayang rasanya memang tidak akan pernah hilang walau sudah tak nampak raga dihadapan. Ada banyak hal indah sebelum hari itu. Sebelum akhirnya hari yang membuat duniaku merasa luluh lantah dan hilang rasanya. Aku yang merasa sebagai seseorang yang kehilangan arah jalan pulang, kehilangan erat dalam genggaman, kehilangan harap yang dirancang. Rasanya saat itu duniaku yang penuh warna indah dan perasaan senang, menghilang terbang ikut dengan seseorang yang kusayangi dengan dalam. Tak cukup hitungan hari bagiku untuk sembuh, sampai detik ini pun aku tak mengenal apa itu sembuh? Bagaimana bentuk sembuh? Kapan aku menemuinya? Bagai berjalan di atas kerikil tajam tanpa alas kaki. Bagai mengayuh di bawah terik tanpa teduh. Aku kehilangan erat dalam genggaman, tak lagi kurasakan penuntun lembut itu. Tatkala aku menangisi diriku sendiri, tanpa mencari pun ruang waktu ternyata menemukanku denganmu. Secepat perekat pada kertas putih bersih, kita beriringan. Sebentar, tak seh...